Senin, September 28

294 Orang Berebut Jadi Kades di 116 Desa di Kudus

ayokudus pilkades serentak
ilustrasi

ayokudus – Sebanyak 294 bakal calon kepala desa mendaftar Pilkades serentak di 116 desa di Kabupaten Kudus. Sejumlah desa berpotensi menggelar seleksi tertulis karena bakal calon yang mendaftar lebih dari lima orang.

Data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kudus menyebutkan, rekor jumlah bakal calon kades terbanyak yakni di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, sebanyak 13 orang.

Desa lainnya yang bakal calon kades lebih dari lima orang yakni Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati sebanyak sebelas orang, Desa Gribig, Kecamatan Gebog sebanyak tujuh orang, Desa Tergo, Kecamatan Dawe sebanyak 12 pendaftar, dan Desa/Kecamatan Kaliwungu sebanyak enam orang.

Sekretaris Kecamatan Kaliwungu Satria Agus Himawan membenarkan ada enam orang yang mendaftar kades di Desa Kaliwungu. “Namun dari pemeriksaan berkas ada satu pendaftar yang tidak memenuhi syarat usia. Jadi kemungkinan bakal ada lima calon saja, sehingga tidak perlu tes tertulis,” katanya.

BACA JUGA :
Tiga Anggota TNI Nyalon Pilkades
Pilkades Serentak Telan Rp 9,28 Miliar Duit APBD
Warga Kedungdowo Laporkan Dugaan Pungli PTSL

Camat Jati Andreas Wahyu Adi membenarkan ada sebelas warga yang mendaftar sebagai bakal calon Kades Loram Wetan. “Kami masih menunggu pemeriksaan syarat administrasi oleh panitia desa,” katanya.

Sesuai SK Bupati Nomor 141.1/169/2019 tentang Pemilihan Kepala Desa Secara Serentak pada 116 Desa di Kabupaten Kudus menyebutkan, jika ada bakal calon kades lebih dari lima orang akan digelar seleksi tambahan.

Seleksi tambahan itu dilakukan dengan menggunakan kriteria pengalaman bekerja di lembaga pemerintahan, tingkat pendidikan, usia, dan persyaratan lain yakni melalui tes tertulis.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Kudus mengatakan, pelaksanaan tes tertulis merupakan kewenangan penuh panitia desa. Sesuai ketentuan, panitia desa harus menggandeng pihak ketiga untuk pelaksanaan tes tertulis tersebut.

“Untuk soal dan pelaksanaan tes harus melibatkan pihak ketiga. Panitia desa yang menentukan pihak ketiga mana yang akan dilibatkan,” katanya.

Ketua Komisi A DPRD Kudus Nurhudi menngigatkan seluruh panitia Pilkades di tingkat desa harus mampu bersikap netral dan bekerja secara profesional. Pihaknya masih memantau hasil pemeriksaan syarat administrasi desa-desa yang jumlah pendaftar Pilkades lebih dari lima orang.

“Meski merupakan kewenangan panitia desa, pemilihan pihak ketiga termasuk pelaksanaan tes tertulis harus memiliki standar yang sama. Sebagai bentuk pengawasan kami akan panggil Dinas PMD, panitia desa, dan pihak terkait untuk memastikan hal tersebut,” katanya.  (ak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *