Minggu, Februari 23

Belasan Pasangan Suami Istri Bersaing di Pilkades

ilustrasi

ayokudus – Politik biaya tinggi membuat jumlah bakal calon kepala desa di sejumlah desa di Kabupaten Kudus sedikit. Karena alasan modal, Kades petahana pun tak memiliki lawan. Imbasnya, muncul calon bayangan yang tak lain istrinya sendiri.

Pragmatisme endahnya minat warga di sejumlah desa untuk maju sebagai calon kepala desa memunculkan fenomena menarik. Belasan pasangan suami istri bakal bertarung di Pilkades serentak di Kabupaten Kudus, 19 November mendatang.

Pilkades yang hanya diikuti dua orang bakal calon kades suami istri antara lain terpantau di sembilan desa yakni di Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Desa Bakalan Krapyak, Papringan, dan Banget, ketiganya di Kecamatan Kaliwungu.

Pilkades di Desa Medini, Wonosoco, Lambangan, Karangrowo, Kecamatan Undaan, juga diikuti dua orang yang berstatus pasangan suami istri. Dua bakal calon kades pasangan suami istri juga bakal bertarung di Pilkades Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati.

Sementara itu, ada juga pasangan suami istri yang bertarung dengan satu calon lainnya seperti yang terjadi di Pilkades Desa Jojo, Kecamatan Mejobo, Desa Undaan Lor dan Kalirejo, Kecamatan Undaan. Di desa tersebut masing-masing ada sebanyak tiga orang bakal calon kades yang mendaftar.

BACA JUGA :
294 Orang Berebut Jadi Kades di 116 Desa di Kudus
Tiga Anggota TNI Nyalon Pilkades
Pilkades Serentak Telan Rp 9,28 Miliar Duit APBD

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus Adi Sadhono mengatakan, tidak ada larangan bagi pasangan suami istri untuk maju dalam pemilihan kepala desa. “Sah-sah saja. Sepanjang mereka memenuhi syarat pendaftaran sebagai calon kades. Biar masyarakat yang memilih,” kata Adi Sadhono, Selasa (8/10).

Data Dinas PMD Kabupaten Kudus menyebutkan, ada sebanyak 294 bakal calon kepala desa yang mendaftar Pilkades serentak di sebanyak 116 desa. (ak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *