Duh.. Taman Lampion Senilai Rp 2,5 Miliar Rusak Tak Terawat

Taman Lampion Kudus Rusak Parah

(ayokudus) – Taman lampion senilai Rp 2,5 miliar di areal Taman Krida mangkrak setelah dua tahun dibangun. Patung-patung berbentuk aneka satwa yang dipasangi lampu banyak yang rusak.

Saat mulai beroperasi tahun 2017, taman lampion menjadi favorit keluarga untuk berwisata. Tak hanya dari Kudus, pengunjung juga banyak yang datang dari kabupaten tetangga. Tak terawatnya taman lampion Taman Krida ini disayangkan Ketua Fraksi Partai Nasdem Muhtamat.

Muhtamat mengatakan, anggaran pembangunan taman lampion itu diusulkan saat dirinya menjabat ketua Komisi D DPRD Kudus. “Saat itu komisi kami yang membidangi Dinas Kebudayan dan Pariwisata menyetujui anggaran untuk pembangunan taman lampion. Harapan kami saat itu bisa menjadi destinasi wisata baru, sekaligus untuk mendongkat pendapatan asli daerah,” katanya.

Menurut Muhtamat, konsep taman lampion sangat bagus. Apalagi lokasinya berada di areal Taman Krida yang berada satu kompleks dengan Kudus Sport Center. “Jika kawasan Balai Jagong dan Sport Center lainnya menjadi tempat wisata masyarakat umum, taman lampion justru menyajikan konsep wisata keluarga pada malam hari,” katanya.

Karena konsep yang diusulkan menarik, lanjut Muhtamat, Komisi D saat itu menyetujui usulan anggaran untuk proyek itu. Disbudpar saat itu juga dinilai berhasil memaparkan konsep penataan hingga SDM, dan perawatannya. Konsep taman lampion

Namun setelah dua tahun berjalan, kondisinya kini justru memprihatinkan. Rusaknya taman lampion, lanjut Muhtamat, tentu membuat kecewa masyarakat. Pasalnya, objek wisata itu merupakan taman lampion pertama yang dibangun di Kudus.

 “Proyek taman lampion ini harus menjadi evaluasi bersama. Jangan sampai proyek-proyek yang dianggarkan dengan uang rakyat hingga miliaran rupiah justru rusak tidak terawat hingga akhirnya mangkrak,” katanya.

Muhtamat mendesak Disbudpar untuk serius mengelola dan merawat objek wisata milik Pemkab yang sudah ada. “Jangan sampai hanya bisa membangun saja, tetapi setelah itu tidak terawat. Harus berkesinambungan. Jangan karena ganti pimpinan, kemudian diabaikan begitu saja,” katanya.

Pejabat Disbudpar Kabupaten Kudus belum bisa diminta keterangan terkait nasib perawatan taman lampion itu. Sekretaris Disbudpar Kabupaten Kudus Kasmudi tidak berada di ruangan saat wartawan koran ini mendatangi kantor Disbudpar. Nomor ponselnya juga tidak aktif. (ak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *