Minggu, Februari 23

Duh…Warga Kedungdowo Laporkan Dugaan Pungli PTSL

Warga Kedungdowo laporkan dugaan pungli

ayokudus – Program sertifikasi tanah melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus menuai masalah. Sejumlah warga kecewa karena munculnya biaya program PTSL mencapai Rp 600 ribu per orang.

Biaya itu dinilai menyalahi Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yang telah menetapkan biaya PTSL sebesar Rp 150 ribu per orang. Didampingi kuasa hukumnya, warga Desa Kedungdowo melaporkan dugaan pungli program PTSL ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus dan Polres Kudus.

“Kami kecewa karena muncul biaya sampai Rp 600 ribu. Kami membandingkan pengurusan PTSL di desa lain seperti di Desa Papringan (Kecamatan Kaliwungu) yang hanya dikenai biaya Rp 150 ribu per orang,” kata Muhammad Lukman, salah seorang warga Kedungdowo saat mengadukan dugaan pungli ke Kejari Kudus, Senin (7/10/2019).

BACA JUGA :
Kades Kedungdowo : Biaya Sertifikat Urusan Panitia PTSL

Lukman mengatakan, tidak semua pendaftar program PTSL mengetahui untuk apa uang sebesar itu. Padahal seharusnya, munculnya biaya tambahan harus dimusyawarkan bersama warga penerima program.

“Warga membandingkan program serupa di Papringan yang bisa Rp 150 ribu. Tapi mengapa di Kedungdowo bisa sampai Rp 600 ribu,” katanya.

Kuasa Hukum warga, Deni Wibowo mengatakan, selain ke Polres Kudus dan Kejari Kudus, laporan warga itu juga akan disampaikan ke Plt Bupati Kudus Hartopo dan Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Kudus.

Ia berharap laporan itu segera ditindaklanjuti. Pasalnya, warga berharap bisa mengurus sertifikat tanahnya melalui program PTSL dengan biaya yang sudah ditetapkan sesuai SKB tiga menteri. (ak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *