Janji Allah Pahala Berlipat Ganda

ayokudus – SETIAP orang muslim selalu berusaha untuk melaksanakan ajaran agamanya dengan baik dan optimal. Ajaran agama yang telah dipelajari, baik melalui pesantren, madrasah, majelis taklim ataupun masjid, itu menjadi acuan untuk berkata, berbuat dan bersikap dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kehidupan keseharian, baik dalam relasi vertikal maupun horizontal, seorang muslim senantiasa mewujudkan ilmu, yang pernah dikaji, menjadi bentuk nyata dan direalisasikan secara privat –sekuat tenaga. Berangkat dari diri sendiri dan keluarga itulah seorang muslim hendak menciptakan sebuah lingkungan yang agamis, religius dan bermartabat.

Apa yang menjadi keinginan seorang muslim dan kemudian dilaksanakan di atas merupakan komitmen dalam beriman dan ber-Islam. Suatu potret kesungguhan seorang muslim dalam hidup beragama.

Jika Allah SWT memberikan perhatian dan reward atas apa yang diusahakan oleh seorang muslim, itu merupakan suatu keniscayaan. Firman-Nya, “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.” (QS. An-Nisa’: 40).

Maksud ayat di atas adalah bahwa Allah tidak akan mengurangi pahala orang-orang yang mengerjakan kebajikan walaupun sebesar zarrah, bahkan kalau dia berbuat baik pahalanya akan dilipat gandakan oleh Allah –demikian janji-Nya.

Dan sungguh Allah Ta’ala tidak akan mengurangi kebaikan seorang mukmin, tetapi akan melipatgandakan pahala dari amalan yang dilakukan. Suatu kebaikan saja dilipatgandakan hingga menjadi banyak pahalanya.

Allah Ta’ala telah mendorong hamba-Nya untuk beramal saleh, memperbanyak kebaikan, dan Dia menjanjikan akan melipatgandakan pahalanya, dengan pahala berlipat ganda. “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-An’am: 160)

Dalam ayat lain disebutkan, “dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Al-Syura: 23)

Allah SWT hendak memberikan gambar gembira kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh, yang dengan kesadaran mau melakukan ketaatan, dengan balasan kenikmatan dan pahala berlipat ganda, juga kemuliaan di akhirat. Terhadap hamba-hamba yang demikian, Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri, mengampuni banyak dari kesalahan, memperbanyak yang sedikit dari kebaikan, maka Dia menutup dan menghapus kesalahan ataupun dosa, melipatkan balasan, dan memberikan pahala berlipat ganda dari kebaikan yang dilakukan. “Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Sekali lagi, Allah memberikan bonus berlipat bagi hamba-Nya, “Demikianlah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al-Jum’ah: 4)

Lantas, amalan apakah yang mendatangkan pahala berlipat?

Sesungguhnya keimanan kepada Allah memiliki pahala yang besar, dan amal saleh juga besar pahalnya. Maka siapa saja yang beriman kepada Rabbnya, dan mau mendekat dengan ketaatan, tentu akan menerima pahala yang berlipat ganda.

“Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal (saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).” (QS. Saba’: 37).

Jika seseorang bertaqwa kepada Allah Ta’ala, maka baginya dua pahala. Sungguh orang yang bertaqwa itu beriman bahwa Allah melihatnya; maka dia menjaga dirinya dari maksiat, berbuat dan bersikap sesuai perintah dan larangan-Nya, pun juga beramal sesuai petunjuk Nabi-Nya saw.

“Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertaqwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hadid: 28).

Dan termasuk amalan yang memiliki pahala berlipat di akhirat adalah membaca Al-Qur’an; bagi yang membacanya mendapat kebaikan dari setiap huruf, dan Allah melipatgandakan sepuluh kali.

Sabda Nabi saw, “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan alif-laam-miim satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Al-Turmudzi)

Dalam hadits lain disebutkan, “Seorang yang lancar membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al-Qur’an dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala”. (HR. Muslim).

Demikian juga Allah Ta’ala melipatgandakan pahala shalat lima waktu bagi siapa saja yang menjaga dan menunaikannya. Shalat diwajibkan setelah Nabi saw melakukan Mi’raj dengan 50 waktu, kemudian dengan rahmat-Nya diringankan menjadi lima waktu dan Dia menjadikan pahalanya 50 sebagaimana disebutkan dalam hadits tentang Isra’. Maka sebagai muslim hendaknya menjaga shalat pada waktunya.

*) Moh Inami adalah Peneliti di elKasyf Kudus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *