Minggu, Februari 23

Kejuaraan Bulu Tangkis Ini Diikuti “Wartawan Baik” se-Indonesia

Ivana Lie, Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan paparan pada jumpa pers KBAM 2018

“JIKA mau timnas baik, wartawannya juga harus baik” ujaran itu belakangan heboh setelah dilontarkan seorang ketum asosiasi sepakbola di Indonesia. Sebut saja namanya Edy Rahmayadi.

Pengurus asosiasi olahraga di Indonesia, berkacalah pada bulu tangkis. Di Kudus akhir November ini digelar kejuaraan bulu tangkis yang pesertanya adalah awak media se-Indonesia. Kejuaraan Bulu Tangkis Antar Media (KBAM) 2018 yang digelar Bakti Olahraga Djarum Foundation ini sudah digelar sejak 2005.

Jika mengacu pada “curhat-an” Pak Ketum Edy, boleh jadi moncernya prestasi bulu tangkis Indonesia beberapa tahun terakhir dipicu oleh “baiknya” wartawan mengayunkan raket di lapangan.

Tahun ini, sebanyak 80 media di Indonesia berebut gelar Kejuaraan Bulu Tangkis Antar media (KBAM) 2018. KBAM 2018 merupakan kejuaraan rutin yang digelar setiap tahun oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Kejuaraan yang telah digelar sejak 2005 itu, tahun ini mempertandingkan tiga kelompok yakni usia 25-35 tahun, 36-45 tahun, dan di atas 45 tahun. Masing-masing zona telah mengirimkan empat pasangan. Mereka lolos dari babak penyisihan yang digelar di masing-masing wilayah tersebut.

Ivana Lie dari Bakti Olahraga Djarum Foundation mengatakan, kejuaraan ini menjadi upaya untuk terus memupuko optimisme meraih prestasi bagi Indonesia di cabang olahraga bulu tangkis.

Kejuaraan antar media ini digelar sebagai sarana untuk menjalin kebersamaan dan makin merekatkan hubungan silaturahmi dengan teman seprofesi. Ketua PBSI Kabupaten Kudus Eddy Prayitno mewanti-wanti peserta untuk tak jor-joran di atas lapangan.

“Ingat, usia sudah tidak lagi muda. Terutama peserta yang sudah di atas usia 45 tahun. Main seperlunya saja,” ujarnya berkelakar.

Hal ini diamini Ahmad Muhaimin, salah seorang peserta. Menurutnya KBAM menjadi sarana menjaga kebugaran awak jurnalis di Indonesia. “Di usia yang sudah lebih dari 45 tahun ini saya masih bugar. Salah satunya berkat rajin bulu tangkis dan mengikuti kejuaraan ini,” ujarnya.

Antusiasme awak media untuk mengikuti kejuaraan ini cukup tinggi. Daryadi, koordinator zona barat mengaku kewalahan karena jumlah pendaftar yang membeludak. “Karena dalam babak penyisihan hanya untuk sebanyak 32 kuota, maka kami pun melakukan pembatasan,” katanya.

Hal senada diungkapkan Sidik Prasetyo, koordinator zona timur. Menurut Sidik, gengsi KBAM cukup tinggi di mata para awak media. Peserta yang mendaftar pun menunjukkan motivasi tinggi saat bertanding di babak penyisihan.

“Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, peserta dari zona timur selalu kalah bersaing dengan dua zona lainnya. Khusus tahun ini, kami menggelar karantina untuk grand finalis di GOR milik Soni Dwi Kuncoro (mantan pebulutangkis nasional – Red). Semoga tuah Soni berdampak positif,” katanya.

Hal senada diungkapkan Koordinator zona tengah Darjo Soyat. Meski dari kuantitas jumlah peserta di zona tengah tak sebanyak dua zona lainnya, namun motivasi para peserta tetap tinggi. “Antusias peserta dari zona tengah tak mau kalah dibanding peserta lainnya,” katanya. (sa)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *