Ribuan Data Pemilih di Kudus Invalid

Staf KPU Kudus mencermati data pemilih yang diumumkan di kantor KPU Kudus

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kudus kembali menemukan ribuan data pemilih ganda dan invalid. Temuan itu, menurut anggota Bawaslu Kudus Bahrudin, telah direkomendasikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus untuk dicek kembali.

Bahrudin mengatakan, dari pencermatan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) 2 masih ditemukan sebanyak 1.055 pemilih ganda. Sementara data pemilih yang invalid mencapai 1.747 orang.

“Data pemilih ganda meliputi kegandaan tiga elemen yakni NIK (Nomor Induk Kependudukan – Red), nama pemilih, dan TTL (Tempat Tanggal Lahir – Red),” katanya, kemarin.

Sementara itu data pemilih yang dikategorikan tidak valid muncul karena salah penulisan (typo) seperti “KUOUS” yang seharusnya tertulis “Kudus”. “Invalid tanggal lahir juga ada misalnya ada yang hanya tertulis 00|00|0000. Ada juga yang invalid NKK seperti 1890000000000000,” katanya.

Bahrudin menambahkan, pencermatan DPTHP ini dilakukan untuk mendorong data pemilih yang valid dan berkualitas. Apalagi persoalan dalam Pemilu, salah satunya kerap dipicu oleh data pemilih yang tidak valid.

Bawaslu mendesak KPU segera menindaklanjuti rekomendasi tersebut, sekligus mengumumkan hasilnya ke publik. Masyarakat harus dilibatkan secara aktif dalam mengawal penyusunan DPT.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus Naily Syarifah mengatakan, KPU terus melakukan pengecekan ulang atas temuan Bawaslu tersebut. Pencermatan tersebut ditargetkan rampung 15 Desember mendatang.

Jumlah pemilih dalam DPTHP tahap kedua di Kabupaten Kudus sebanyak 631.473 pemilih. Dari jumlah itu, pemilih perempuan sebanyak 320.411 pemilih dan laki-laki sebanyak 311.062 pemilih. (sa)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *