Minggu, Februari 23

Selain Doorprize, Panitia Pilkades “Haram” Lakukan Ini

Panitia Pilkades mengikuti pembekalan di Pendapa Kabupaten Kudus

(ayokudus.com) Pemerintah Kabupaten Kudus melarang semua panitia Pilkades di 116 Desa membagikan doorprize saat pelaksaanaan Pilkades serentak, 19 November mendatang. Pembagian doorprize biasanya digunakan untuk mendongkrak partisipasi pemilih.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Kudus Adi Sadhono Muwanto melarang keras panitia Pilkades membagikan doorprize dengan alasan apa pun.

“Pembagian doorprize rawan memicu permasalahan hukum. Apalagi dalam anggaran Pilkades tidak dicantumkan alokasi untuk pengadaan doorprize,” katanya.

BACA JUGA :
Calon Kades Boleh dari Luar Desa
Pilkades Serentak Telan Rp 9,28 Miliar Duit APBD
Tiga Anggota TNI Nyalon Pilkades

Selain melarang pembagian doorprize, Pemkab Kudus juga mengharamkan penarikan uang jaminan dari calon kepala desa. Praktik penarikan uang jaminan, sempat lazim dilakukan pada Pilkades-pilkades sebelumnya.

Uang jaminan tersebut biasanya ditentukan berdasarkan kesepakatan antara panitia dengan calon. Setiap calon Kades yang mendaftar, diwajibkan membayar belasan hingga puluhan juta sebagai jaminan dia tidak mundur saat tahapan.

Uang jaminan akan menjadi hak panitia pilkades jika yang bersangkutan mundur. Sementara jika tidak, uang tersebut akan dikembalikan. Pengunduran diri seorang calon bisa terjadi sebagai sebuah strategi agar Pilkades berlangsung dengan satu calon saja untuk melawan kotak kosong.

“Sesuai aturan setiap calon kades dilarang mengundurkan diri setelah penetapan. Pemkab Kudus pun sudah mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan Pilkades. Jadi tidak ada alasan lagi ada penarikan uang jaminan,” katanya.

Pemkab Kudus telah mengalokasikan anggaran Rp 9,280 miliar untuk menggelar Pilkades serentak. Saat ini, tahapan Pilkades masuk pada pendaftaran bakal calon Kades. Pendaftaran bakal ditutup Jumat, 4 Oktober 2019.

Di Kabupaten Kudus, tahun ini ada sebanyak 116 desa bakal menggelar Pilkades.  Jumlah sebanyak itu tersebar di sembilan kecamatan, yakni di Kecamatan Kaliwungu terdapat 15 desa, Kecamatan Kota Kudus terdapat 14 desa, Kecamatan Jati 13 desa.

Di Kecamatan Mejobo terdapat delapan desa yang akan menggelar Pilkades, Kecamatan Undaan sebanyak 16 desa, dan Kecamatan Bae sebanyak sepuluh desa. Di Kecamatan Jekulo sebanyak 12 desa, Kecamatan Gebog sebanyak sepuluh desa, dan Kecamatan Dawe sebanyak 18 desa. (ak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *