Siap-Siap…! Subangkit Tangani Persiku Pertengahan Desember

Bupati Kudus HM Tamzil berfoto bersama calon arsitek Persiku Subangkit dengan para jajaran pengurus Persiku

Rencana kedatangan pelatih Subangkit di Persiku kian menguat. Pembicaraan dengan calon arsitek Tim Macan Muria terus digelar. Bila segala sesuatunya sesuai rencana, mantan Pelatih Kepala Sriwijaya FC tersebut akan ke Kudus pertengahan Desember.

Dia berencana melihat langsung kondisi pemain muda yang sebelumnya tergabung dalam Tim Porprov Kudus 2018. Potensi mereka akan dilihat dan diseleksi untuk menjadi Tim Persiku Liga 3.

Manager Persiku Liga 3 HM Bismarck, membenarkan pembicaraan instensif dengan Subangkit kian dimatangkan hingga kedua belah pihak teken kontrak. Secara prinsip, Subangkit sudah bersedia melatih di Kudus. Namun, masih ada sejumlah hal yang perlu disepakati Subangkit dan manajemen. Upaya mendatangkan pelatih selevel Liga 1 merupakan bagian dari semangat membangkitkan Persiku.

“Kami berusaha membangkitkan semangat dan prestasi Persiku,” katanya.

Selanjutnya, setelah Subangkit resmi melatih dia akan diberi keleluasaan meracik personel tim. Manajemen mempersilahkan pelatih untuk menyeleksi siapa saja yang layak dimasukkan ke dalam tim.“Itu kewenangan pelatih,” katanya.

Saat pertemuan dengan Subangkit, sempat disampaikan upaya mengoptimalkan potensi lokal. Menurutnya, banyak pemain Kudus yang mempunyai potensi bagus. Namun, Bismarck menegaskan tidak sekedar memanfaatkan potensi lokal, tetapi harus disertai kualitas.

Pengertiannya, pemain harus lolos kualitas sesuai kajian pelatih. Kebijakan diarahkan untuk merealisasikan target Lolos Liga 3 nasional. “’Jika masih kurang, dapat mengambil pemain luar daerah,” jelasnya.

Diakuinya, untuk membangun Persiku Kudus seperti era 2007-an ketika lolos Divisi Utama, butuh keras. Begitu pula merealisasikan target Liga 3 Nasional dan menuju ke Liga 2, dipastikan butuh usaha yang luar biasa. Salah satu upaya yang diperjuangkan manajemen yakni mendekati sejumlah perusahaan di Kudus untuk membantu pendanaan.

Pihaknya mengakui, konstribusi peran perusahaan di Kudus untuk ikut membesarkan tim tidak dapat disangkal. Penjagaan kepercayaan publik dilakukan dengan transparansi penggunaan keuangan dan pencapaian prestasi. (ton)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *